Efek Samping Implan Payudara yang Wajib Anda Waspadai

Efek samping implan payudara adalah satu faktor yang wajib Anda pertimbangkan masak-masak sebelum membuat keputusan. Memang benar bahwa prosedur ini menjanjikan bentuk tubuh yang Anda dambakan. Tapi, risikonya juga besar.

Risiko Implan Payudara

Menurut Food and Drug Administration (FDA; seperti BPPOM di Indonesia) dari Amerika Serikat, berikut ini adalah komplikasi yang dapat terjadi dengan melakukan implant payudara.

  1. Operasi tambahan atau lanjutan, baik dengan atau tanpa melepas alat.
  2. Luka yang muncul di sekitar implant.
  3. Rasa sakit di payudara.
  4. Perubahan sensasi pada payudara dan putting.
  5. Pecahnya implant, baik dengan ataupun tanpa adanya gejala.

Komplikasi Implan Payudara

Berikut ini adalah daftar komplikasi atau efek samping yang ditemui pada setidaknya 1% pasien implan payudara. Daftar ini disusun bukan berdasarkan urutan tertentu.

  1. Ukuran payudara tidak simetris.
  2. Atropi pada jaringan payudara; biasa ditandai dengan kulit yang menipis atau mengkerut.
  3. Penumpukan kalsium (calcification); memicu adanya benjolan keras di bawah kulit tempat implan dipasang. Seringnya dikira sebagai kanker saat mammography dilakukan, sehingga membutuhkan operasi.
  4. Kerusakan pada dinding dada.
  5. Payudara kempes; disebabkan oleh bocornya implan yang berisikan air garam.
  6. Luka membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
  7. Kulit mengalami kerusakan sehingga implan dapat terlihat.
  8. Hematoma.
  9. Infeksi, termasik toxic shock syndrome.
  10. Iritasi atau peradangan.
  11. Lymphadenopathy atau Lymphedema.
  12. Payudara kemerah-merahan atau lebam.
  13. Seroma; dikarenakan penumpukan cairan di sekitar implan sehingga memicu pembengkakan, rasa sakit, dan lebam.

Operasi Tambahan yang Diperlukan

Implan payudara bukanlah sesuatu yang dapat Anda pakai seumur hidup. Bahkan, makin lama Anda menggunakannya, makin besar risiko komplikasi terjadi. Dan dari prosedur operasi ulang untuk mengganti implan Anda, belum tentu hasilnya akan sesuai dengan yang Anda inginkan.

Jenis prosedur operasi yang dilakukan tergantung pada komplikasi yang terjadi. Bisa jadi, Anda membutuhkan lebih dari satu prosedur operasi ulang seumur hidup karena komplikasi, atau gambungan dari berbagai komplikasi lokal.

Tipe prosedur operasi yang diperlukan termasuk pelepasan implan (dengan atau tanpa penggantian), operasi untuk menghilangkan jaringan luka di sekitar implan, membuang hematoma dengan menusukkan pipa atau jarum, dan sebagainya.

Pertimbangkan Baik-Baik Keputusan Anda

Ada berbagai pertimbangan penting yang wajib Anda pikirkan dengan seksama sebelum membuat keputusan. Selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas, berikut ini adalah fakor-faktor lain yang perlu Anda ketahui:

  1. Anda harus mengawasi kondisi payudara Anda seumur hidup setelah melakukan prosedur operasi implan payudara. Dengan demikian, adanya perubahan yang tidak normal akan dapat terdeteksi dengan segera.
  2. Untuk implan isi gel silicon, Anda harus teratur melakukan pemeriksaan MRI secara berkala untuk menghindari risiko pecahnya implan, terutama yang tidak disertai dengan gejala tertentu (silent rupture).
  3. Anda berisiko terserang jenis kanker yang langka. Kanker ini dikenal dengan nama BIA-ALCL yang berkembang pada jaringan payudara di sekitar implan. Pasien yang sudah didiagnosis dengan kondisi ini memerlukan operasi, kemoterapi, dan/atau terapi radiasi.

Klik dan baca juga artikel menarik kami lainnya seputar cara mengencangkan payudara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: